Sabtu, 09 Juni 2012

UPAYA GURU TAMAN KANAK-KANAK DALAM MENGATASI KEMANJAAN ANAK | Skripsi




Anak manja biasanya selalu menuntut perhatian lebih dan menuntut agar segala kebutuhannya terpenuhi. Kemanjaan muncul akibat perhatian dan kasih sayang orang tua yang berlebihan. Bahkan, kasih sayang yang diberikan kepada anak seringkali mengalahkan kasih sayang dan cinta kepada suami atau istri. Dalam hal ini biasanya ibu cenderung memanjakan anaknya ketimbang suaminya.

Menurut Seto Mulyadi (1997), menyatakan : “Anak yang manja adalah anak yang selalu mengharapkan perhatian berlebihan dan lingkungan sekelilingnya, juga diikuti dengan keinginan untuk serba dituruti segala kemauannya”. Akibatnya anak pun mengembangkan kepribadian untuk lebih mudah “menerima” daripada “memberi”.
Metode penulisan ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan “Bagaimana Upaya Guru Taman Kanak-Kanak Dalam Mengatasi Kemanjaan Anak”.
Pada Tugas Akhir ini, membahas Bagaimana Upaya Guru Taman Kanak-Kanak Dalam Mengatasi Kemanjaan Anak. Dalam mengatasi kemanjaan anak seorang guru harus melihat faktor penyebabnya terlebih dahulu. Faktor penyebab kemanjaan berasal dari keluarga, masyarakat dan sekolah. Setelah guru mengetahui faktor penyebab kemanjaan, diharapkan guru mempunyai strategi dalam mengatasi kemanjaan anak yaitu dengan membimbing, mengarahkan, membelajari maupun memberi kegiatan yang mengarah kepada perkembangan positif anak, hal ini dimaksudkan agar guru dalam mengatasi anak manja dapat dilakukan secara optimal. Selain itu memanjakan anak akan berdampak pada pertumbuhan karakter pada anak sehingga ia akan tumbuh sebagai sosok yang egois, selalu bimbang, berkepribadian lemah, mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri dalam pergaulan, tidak mampu menentukan pilihannya sendiri karena ia terbiasa hidup bergantung pada orang lain.
Jadi, sangatlah penting mengatasi kemanjaan anak sejak dini. Kemanjaan anak berdampak negatif baik bagi pertumbuhan anak maupun kepribadian anak. Agar anak mengerti, memahami arti tanggung jawab dan mandiri. Sebaiknya guru lebih banyak memberikan kesempatan dalam suasana yang mendorong pada perangsangan perkembangan anak. Selain itu guru dapat mengajak anak keluar mengadakan hubungan dengan lingkungan sekitar yang mengarah pada perkembangan positif anak.


Sumber pustakaskripsi.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Blog Archive

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com