Sabtu, 09 Juni 2012

PERAN BIMBINGAN INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PEMBAGIAN BILANGAN CACAH SISWA KELAS III SD NEGERI PURWOYOSO 02 SEMARANG




Pendidikan matematika merupakan pelajaran yang sangat penting dan signifikan karena hampir seluruh aspek kehidupan menggunakan konsep matematika. Matematika ini sudah diterapkan pada anak usia dini. Konsep matematika telah ditanamkan pada anak didik, dan diterapkan pada setiap kelas, baik SD, SMP maupun SMA sampai perguruan tinggi. Bahkan di TK pun matematika sudah dikenalkan pada anak. Dalam kehidupan sehari-haripun matematika sering digunakan sebagai perhitungan.

Materi yang diberikan di SD kelas 1 tidaklah sama dengan materi yang diberikan di SD kelas 2, 3, 4, 5, dan 6. Pada anak SD konsep pembelajaran matematika yang nantinya akan digunakan sebagai bekal di masa depan, untuk itu penanaman konsep yang dilakukan haruslah benar-benar matang dan disesuaikan dengan tahap perkembangan yang tepat untuk belajar. Hal tertentu dengan baik. Sebagai contoh seorang ahli psikologi Swiss, Jean Piaget (Good dan Brophy, 1990) merumuskan perkembangan kognitif kedalam tahap-tahap.
1. Sensorimotorik (lahir -11/2 tahun)
2. Operasi awal (11/2 – 7 tahun)
3. Operasi konkret (7 – 12 tahun)
4. Operasi formal (12 tahun keatas)
Dalam proses pendidikan di sekolah, siswa sebagai subjek didik, merupakan pribadi-pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya. Siswa sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, mempunyai kebutuhan dan dinamika dalam interaksinya dengan lingkungannya. Sebagai pribadi yang unik terdapat perbedaan individual antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Disamping itu siswa sebagai pelajar, senantiasa terjadi adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil proses belajar.


Sumber pustakaskripsi.co

0 komentar:

Poskan Komentar

Blog Archive

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com