Jumat, 15 Juni 2012

Guru Tidak Boleh GapTek


Teknologi Pendidikan Tepat Guna :: Jaman Kini! 

Apakah Kebijakan terhadap TIK (ICT) di Sekolah Mengancam Perkembangan Pendidikan? 

Re: 'Guru Ga Boleh 'Gaptek' alias gagap teknologi' 

Apakah anda merasa guru yang mampu mengajar Ilmu Sains Roket dengan whiteboard marker (sebagai peraga, bukan pena) adalah gaptek? Sebenarnya whiteboard marker dapat digunakan sebagai proyek kelas sampai benar-benar sebagai roket yang terbang. Dalam model pembelajaran seperti ini (sebagai contoh) pelajarnya harus sangat kreatif, kreativitas yang dapat meningkatkan PDnya selama hidup. Dibanding membaca atau nonton di layar komputer. 

Kalau guru sudah dapat melakukan pembelajaran secara ini, yang sangat bermutu, beliau tidak dapat disebut 'gaptek' dan untuk belajar cara memakai komputer adalah gampang sekali. Sebenarnya kalau beliau sudah biasa menggunakan kreativitas begini, beliau dapat melihat kebanyakan kekurangan dari teknologi canggih, misalnya pembelajaran pasif, suap-suapan informasi - yang tidak perlu imaginasi atau kreativitas, dll - Asal-Hafal-Saja. 

Ilmu Teknologi Pendidikan Berbasis-Ilmu TTG yang berbasis-kreativitas guru dan pelajar paling menyiapkan guru maupun pelajar untuk semua keadaan di mana saja. 

Saya kira 'yang sudah lupa' bahwa apa saja dapat diajarkan (termasuk dasarnya teknologi canggih sendiri) dengan teknologi sederhana, adalah yang gaptek. Teknologi canggih hanya adalah salah satu pilihan kalau mengajar, bukan kebutuhan (kecuali kalau mengajar teknologinya). 

Teknologi yang dapat Menstimulasikan Discovery Learning dan Membangunkan Proses Analitikal dan Problem Solving adalah.... 

Biasanya Teknologi yang dapat menstimulasikan discovery learning (Constructivism) dan membangunkan proses analitikal dan problem solving, berbasis-kreativitas pelajarnya adalah teknologi yang sesederhana mungkin untuk mencapaikan tujuan pembelajarannya. Makin sederhana makin banyak mereka terpaksa menggunakan kreativitas mereka sendiri, maupun berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Misalnya contoh kemarin di mana saya menggunakan botol-botol plastik dengan tiga lobang untuk mengajar teggangan, hambatan dan arus. Listrik memang sulit dilihat, dan daripada menggunakan animasi / film (passive learning) lebih baik menggunakan air di mana mereka dapat melihat hubungannya (RVI) secara alam dan rasain sendiri. 
(Pelajarnya Semua Dewasa - Dari Industri) 

Maupun Pembelajaran Berbasis-Kontekstual adalah cara belajar yang paling terkait dengan dunia nyata - bukan dunia guru atau dunia virtual! Melihat contoh-contoh di sini:http://inovasipendidikan.net 

Pembelajaran kontekstual tidak hanya untuk anak-anak tetapi dapat dilaksanakan di semua tingkat pendidikan. Di dalam kelas dan di luar kelas oleh task atau project-based learning. 

Saya sangat pro-teknologi tetapi saya juga ingin Indonesia menjadi Smart Country di mana kita akan sangat kreatif dan kalau suatu hari kita dapat melepaskan diri dari kebudayaan korupsi dan fokus kepada isu-isu yang betul penting terhadap perkembangan dan globalisasi - kita akan siap. 

Misalnya (isu-isu globalisasi) petanian (semua orang di negara mana saja perlu makan), perairan yang mempunyai potensi besar, pariwisata dan banyak industri baru. Manajement sumber daya alam dan bahasa Inggris adalah dua isu yang sangat penting, maupun banyak yang lain. 

Yang penting adalah kita kompak untuk membentuk generasi anak-anak oleh pendidikan (yang tidak Berbasis-Asal-Hafal-Saja), yang sebaik mungkin dan terjangkau sekarang untuk membangun inovasi dan kreativitas terhadap masa depan supaya kita kompetitif secara global.

Yang sering disebut banyak pulau dan banyak suku sebagai masalah sebenarnya ini adalah aset kita yang sangat unik dan dengan manajement yang pandai kita dapat memastikan masa depan yang baik dan sejahtera. 

Kita dapat membangun kreativitas oleh pendidik yang kreatif, bukan oleh guru yang dapat menghidupkan teknologi canggih. 

Kita sebagai ilmuwan harus mendukung guru-guru dengan teknologi dan kemampuan yang sesuai dengan membangun anak-anak yang kreatif, Appropriate Technology. 

Tetapi di luar kelas apa saja yang dapat membantu pembelajaran mereka boleh digunakan (bukan konsern saya) kecuali kita sangat perlu meningkatkan kebiasaan baca dan kemampuan menggunakan sumber-sumber yang mana saja sesuai dengan life-long learning. 
http://pendidikan.net/perpustakaan.html 

Tetapi mohon jangan makan anggaran pendidikan untuk membuat fasilitas untuk sekolah-sekolah yang sudah kaya sambil ada puluhan ribu sekolah lain yang rusak. 

Rahasia, shhh.... Di sekolah yang baik, kalau semua teknologi canggih dicabut masih tetap baik. Tetapi kalau tidak ada atap tidak dapat berjalan. (Rahasianya adalah gurunya baik). 

Kita memang Technologis tetapi kita harus tetap Humanists yang berjuang untuk pendidikan bermutu untuk semua. 

ISU-ISU TERKAIT ICT: 
Internet Masuk Sekolah - Mengapa? 
E-Learning Dapat Membunuh Kreativitas! 
E-Book - Mengapa Mencari Solusi Sulit? 
Mobile E-Learning Will Go Away : M-Learning? 
Kuliah Bersama di Widya Telewicara - Aduh! Internet Belum Dimanfaatkan Secara Positif Oleh Pelajar! (2010) 
Teknologi Sekarang Membuat Beberapa Ancaman Baru Terhadap Anak-Anak Bangsa Yang Cerdas 
Is The Role Of High-Tech In Learning Significant? 
'1 Komputer Untuk Satu Siswa', Kapan? 
Ketidakmerataan Pendidikan, Bagaimana? 
Web-Based Learning ??? 
Jawabannya Ada Di Halaman Utama http://TeknologiPendidikan.Com

Sumber Pendidikan.net

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com