Selasa, 22 Desember 2009

ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD


Konsep Dasar Asesmen

Pengertian Asesmen


         Asesmen dalam pembelajaran adalah suatu proses atau upaya formal pengumpulan informasi yang berkaitan dengan variabel-variabel penting pembelajaran sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru un-tuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa (Herman et al., 1992:95; Po-pham, 1995:3). Variabel-variabel penting yang dimaksud sekurang-kurangya meliputi pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap siswa dalam pembelajaran yang diperoleh guru dengan berbagai metode dan prosedur baik formal maupun informal, sebagaimana dikemukakan oleh Corner (1991:2-3) sebagai berikut.


A general term enhancing all methods customarily used to appraise performance of an individual pupil or group. It may refer to a broad appraisal including many sources of evidence and many aspect of pupil's knowledge, understanding, skills and attitudes; An assess-ment instrument may be any method and procedure, formal or in-formal, for producing information about pupil . . . .

            Pengertian asesmen dalam berbagai literatur asing tersebut di atas selaras dengan makna penilaian yang digariskan dalam Buku Pedoman Penilaian pada kurikulum pendidikan dasar. Dalam buku tersebut tertulis bahwa, penilaian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai (Depdikbud, 1994:3). Ada pun yang dimaksud dengan asesmen alternatif (alternative assessment) adalah segala jenis bentuk asesmen diluar asesmen konvensional (selected respon test dan paper-pencil test) yang lebih autentik dan signifikan mengungkap secara langsung proses dan hasil belajar siswa. Herman (1997) memberikan sem-boyan khusus bagi asesmen alternatif dengan ungkapan "What You Get is What You Assess" (WYGWYA). Dalam beberapa literatur, asesmen alternatif ini kadang-kadang disebut juga asesmen autentik (authentic assessment), as-esmen portofolio (portfolio assessment) atau asesmen kinerja (performsnce as-sessment). (Herman,1997:197-198; Niemi,1997:243; Harlen, 1992:6; Marzano, et al.,1993:13; Popham, 1995:142)

Tujuan dan Peran Asesmen dalam Pembelajaran

Tujuan utama penggunaan asesmen dalam pembelajaran (classroom assessment) adalah membantu guru dan siswa dalam mengambil keputusan propesional untuk memperbaiki pembelajaran. Menurut Popham (1995:4-13) asesmen bertujuan untuk antara lain untuk:

(1) mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar,
(2) memonitor kemajuan siswa,
(3) menentukan jenjang kemampuan siswa,
(4) menentukan efektivitas pembelajaran,
(5) mempengaruhi persepsi publik tentang efektivitas pembelajaran,
(6) mengevaluasi kinerja guru kelas,
(7) mengklarifikasi tujuan pembelajaran yang dirancang guru

Setiap penggunaan asesmen alternatif bentuk apapun dicirikan oleh hal-hal berikut: 
(1) menuntut siswa untuk merancang, membuat, menghasil-kan, mengunjukkan atau melakukan sesuatu;
(2) memberi peluang untuk terjadinya berpikir kompleks dan/atau memecahkan masalah;
(3) meng-gunakan kegiatan-kegiatan yang bermakna secara instruksional;
(4) menun-tut penerapan yang autentik pada dunia nyata;
(5) pensekoran lebih di-dasarkan pada pertimbangan manusia yang terlatih daripada mengandalkan mesin. Untuk memperoleh asesmen dengan standar tinggi, maka peng-gunaan asesmen harus: relevan dengan standar atau kebutuhan hasil belajar siswa; adil bagi semua siswa; akurat dalam pengukuran; berguna; layak dan dapat dipercaya. (Herman,1997:198)

Agar penggunaan asesmen dalam kelas sesuai dengan pembelajaran dan dapat meningkatkan pembelajaran tersebut Cottel (1991) menggagaskan 5 petujuk bagi guru penggunaan asesmen dalam kelas. Kelima petunjuk tersebut adalah: pertama, senantiasa menganggap bahwa pembelajaran terus berlangsung; kedua, selalu meminta siswa untuk menunjukkan bukti-bukti bagaimana mereka belajar; ketiga, memberi siswa umpan balik tentang re-spon kelas serta rencana pengajar tentang respon tersebut; keempat, melaku-kan penyesuaian-penyesuaian yang tepat untuk meningkatkan pembela-jaran; dan kelima, menilai ulang bagaimana penyesuaian-penyesuaian terse-but bekerja cukup baik.



Fungsi asesmen dalam pembelajaran

         Asesmen merupakan bagian yang terpenting dalam proses pembelajaran di bidang studi apapun. Asesmen hendaknya dibedakan dalam pengukuran prestasi belajar (pengumplan imformasi tentang prestasi murid-murid melalui tes dan lembar kerja) sedangkan asemen merupakan konsep yang lebih luas yang mencakup penilaian profesionlal pendidik, perasaan dan pengamatan, serta imformasi – imformasi lain yamg di kumpulkan dari lingkungan belajar.



Fungsi asesmen :
a. Sebagai alat untuk merencanakan, pedoman, mempekaya pembelajran IPA di kelas.
b. Sebagai alat komumnikasi dengan murid – murid, administrator dan orang tua murid, tentang pentingnya IPA
c. Sebagai alat untuk memonitor hasil belajar IPA dan perbaikan pembelajaran.
d. Sebagai alat untuk memperbaiki kurikulum dan pengajaran IPA

Jenis – jenis asesmen menurut tujuan


Jenis asesmen
Saat asesmen
Alasan asesmen
Cara pelaksanaan asesmen
Diagnostik

Sebelum pembelajaran
Mendeteksi kebutuhan murid
Medeteksi miskonsepsi, dan apa – apa yang sudah dan apa – apa yang belum diketahui murid
Empat cara:

a. tes tertulis (tes pensil & dan kertas)
b. laporan tertulis proyek yang di kerjakan murid
c. porto folio
d. observasi dan kinerja murid

Formatif
Selama pembelajaran
Untuk mendapatkan balikan segera untuk memodifikasi pembelajaran konsep, atau membimbing murid dalam menyelesaikan tugas

Sumatif

Setelah pembelajaran

Untuk mengumpulkan nilai, mengases beberapa banyak yang di serap murid







Peranan Asesmen

Asesmen Diagnostik
Dilakukan dengan cara :
- tes tertulis dapat digunakan dalam tes diagnostik. Tes semacam ini disebut (prates atau pretes)
- tes lisan

Dari data yang di peroleh dari tes tersebut maka dapat

membantu guru mengidetifikasi minat, kelebihan dan kelemahan murid dalam bidang studi IPA, membantu guru melihat apakah seorang murid memerlukan bantuan dalam belajar atau tidak dan memberi imformasi tentang perbedaan – perbedaan cara belajar murid – murid.

Adapun minat dan motifasi siswa dapat ditingkatkan dengan cara:

v mengajak siswa menjadi rekan yang aktif dalam proses pembelajaran dan mulailah membiasakan sedikit demi sedikit melepaskan mereka dari situasi dimana mereka hanya sebagai pendekar yang aktif
v mengajak siswa menetapkan tujuan pembelajaran yang realistis bagi dirinya dan selalu menginformasikan kemajuan mereka dalam pencapaian tujuan pembelajaran tersebut
v membimbing siswa agar menjadi mandiri dalam belajar dan dilihat dimana / bagaimana prestasi akademis pada saat ini dan pada masa mendatang
v menunjukan bahwa kita benar – benar peduli akan keberhasilan mereka

Asesmen Formatif dalam pembelajaran
          Asesmen formatif kadang – kadang diperlukan ditengah – tengah pembelajaran. Bila guru mengalami konsep – konsep yang sukar, maka diadakan asesmen mendapatkan data bagaimana caranya memoditikasi sebagian atau keseluruhan pembelajaran. Asesmen ini juga dapat dilaksanakan bila siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas.

Jenis tes yaitu berbentuk lisan, tertulis, atau bentuk unjuk kinerja murid terutama untuk penguasaan keterampilan proses IPA.

Asesmen Sumatif dalam pembelajaran
         Asemen ini dilakukan untuk mendaptkan nilai akhir untuk menjaring data seberapa banyak dari bahan pelajaran yang dapat dipahami oleh murid – murid, sebelum beralih ke pokok bahasan berikutnya.. peranan asesmen ini erat hubungannya dengan tujuan pembelajaran.tujuan pembelajaran yang jelas akan memudahkan perancangan asesmen.

Menurut Bloom enam tingkat intelegensia dalam ranah koknitif yaitu:

ü pengetahuan tentang fakta –fakta dan prinsip – prinsip
ü pemahaman ( memahami fakta – fakta dan ide – ide )
ü penerapan ( menerapkan fakta dan ide pada situasi baru)
ü analisa ( memcahkan / membagi konsep dalam bagian - bagiannya kemudian melihat hubunganya satu sama lain)
ü sintesa ( mengumpulkan fakta – fakta dan ide – ide )
ü Evaluasi ( mementukan nilai dari fakta – fakta dan ide – ide )

Dua tingkat intelegensi yang pertama yaitu pengetahuan dan pemahaman dikategorikan golongn pikir tingkat rendah, sedangkan keempat tingkat intelegensi berikutnya dikategorikan dalam golongan berpikir tingkat tinggi. Menurut hasil penelitian guru – guru hanya menuntut para murid – muridny apenguasaan berpikir tingkat rendah yaitu pengetahuan yang memerlukan hafalan belaka. Aspek – aspek penerapan, analisa, sintesa dan avaluasi hampir selalu diabaikan.

a. Asesmen dalam ranah Kognitif
Cara – cara pelaksanaan asesmen dalam ranah koknitif :

# mempergunakan tes tertulis atau tes pensil dan kertas
# mempergunakan opservasi guru atas kinerja murid.
# Mempergunakan tes gambar – gambar yang dibubuhi sedikit tulisan atau kata –kata.
# Mempergunakan jurnal murid – murid .
# Mempergunakan peta konsep dan yang penting tidak umum dilakukan tetapi ada baiknya dicoba adalah portofolio
# Selanjutnya akan di bahas cara – cara tersebut satu demi satu

mempergunakan tes tertulis atau tes pensil dan kertas cara yang umum digunakan  untuk mengetahui prestasi murid.

b. Asesmen untuk kategori berpikir Tingkat Tinggi
         Yang termasuk kategori tingkat tinggi menurut Bloom adalah aspek – aspek penerapan, analisa, sintesa , dan evaluasi

 Dalam aspek penerapan, murid mempergunakan ilmu pengetahuan yang sudah di milikinya untukditerapkan dalam situasi baru yang berbeda dengan situasi yang dikenalnya. Pada dasarnya kita meminta / memeriksa apakah murid – murid benar memahami suatu konsep sehingga dapat menerapkan dalam konteks yang lain

Contoh :

Kamu sudah mempelajari bahwa antara makluk hidup ada saling ketergantungan.

Terapkalah pengetahuanmu pada situasi berikut ini :

1. pernyataan berikut ini adalah salah “ menebak burung –burung kecil adalah suatu cara untuk olahraga yang menyenangkan “
2. bagaimanakah yang benar?
3. apa yang kamu lakukan bila ada orang – orang yang menembaki burung – burung dihalamanmu?
 Asesmen keterampilan menganalisis melibatkan pemecahan ide atau pemenggalan ide, kemudian murid ditanya apakah mereka memahami hubungan antara pengalaman. Gambar – gambar kartun, grafik, gambar – gambar tanpa kita dapat dipakai untuk menjadi keterampilan menganalisis.

Aspek menganalisis terbagi atas analisa unsur – unsur dan analisa sebab – akibat. Asesmen aspek evaluasi memerlukan penggabungan antara aspek pengetahuan, aspek pemahaman, penerapan, analisa, dan aspek sintesa untuk menunjukan suatu penilaian


c. Asesmen dalam ranah Afektif
         Ranah koknitif meliputi pengetahuan - pengetahuan dan pemahaman secara intelektual. Menurut Bloom ranah afektif mencakup perasaan, emosi, minat, sikap, nilai, dan apresiasi. Hal ini erat hubungannya dengan perasaan murid terhadap pelajaran IPA dan bagaimana perasaan ini mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Cara lain untuk mengetahui perasaan murid adalah dengan menggunakan daftar pilihan.

Contoh :

Berilah tanda V di antara kata yang berlawanan di bawa ini

IPA

Menyenangkan………………………………………membosankan
Baik ……………………………………….buruk
Berguna ……………………………………….tidak berguna
Mudah ……………………………………….sulit
Rumit ……………………………………….sederhana
Diperlukan ……………………………………….tidak diperlukan


d. Asesmen dalam ranah Psikomotor
         Ranah psikomotor menekankan keterampilan – keterampilan motorik atau keterampilan menangani benda – benda atau alat – alat pada waktu melakukan kegiatan percobaan IPA. Untuk ranah psikomotor kita dapat membuat bagan untuk mengklasifikasi tujuan pembelajaran.

Contoh pengamatan kinerja murid dan skala penilaian.



Tujuan tingkah laku pembelajaran
Selalu
Kadang
Tak pernah
Berhati – hati mengenai mikroskp






Membersikan lensa dengan benar






Menfokuskan lensa dengan benar






Menyediakan dan meletakan selinder dengan benar






Mengatur kaca agar mendapatkan sinar dengan cepat













Hal – hal berikut yang dipakai dalampenilaian dalam ranah psikomotor:

1. belajar dengan alat – alat IPA sederhana misalnya thermometer, timbangan, mistar ukur , gelas ukur, stop wach
2. untuk kinerja keterampilan laboratorium dan prosedur misalnya : menyaring sat, memakai mikroskop
3. mengumpulkan dan merekam data dalam tabel, charta dan grafik yang dibuat sendiri – sendiri oleh murid
4. mendesain suatu percobaan dan melaksanakanya misalnya: bagaimana caranya membuat tablet ini melarut dengan cepat?
5. mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang dapat dites
6. unjuk kinerja dengan alat - alat atau bahan – bahan untuk mendemonstrasikan pemahaman konsep – knsep dan hubungan antara konsep misalnya pemahaman hubungan sirkuit listrik, atau pemahaman hubungan antara masa, volume dan kerapatan suatu obyek.
7. membuat model yang menunjukan gejala alam misalnya sel, system tata surya atau struktur geologi.
8. mengkomunikasikan proses percobaan baik berupa tulisan induvidual maupun kerja kelompok.


e. Beberapa Teknik Asesmen Praktis
           Asesmen praktis dapat dipakai untuk menilai ketrampilan psikomotor siswa, kemampuan dan keterampilan dalam memecahkan masalah, serta mengakses tentang perasaan mereka mengenai gejala yamg mereka amati / selediki dalam percobaan. Jawaban siswa boleh lisan maupun tertulis.

Kelemahan dari asesmen praktis yaitu:

1) Perlu alat – alat atau bahan – bahan untuk diotak atik
2) Perlu tempat khusus untuk pelaksanaan
3) Persiapan dan pembersihan sesudah pelaksanaan asesmen
4) Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaannya elatif lama
5) Hanya sedikit dari materi pembelajaran yang dapat dites
6) Hanya sedikit dari murid – murid yang dapat ditentukan waktunya menyelesaikan asesmen

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com