Senin, 11 Oktober 2010

Konsep Dasar Ilmu Gizi

0 komentar
Tujuan pembelajaran adalah diharapkan mahasiswa diakhir perkuliahan dapat menjelaskan konsep dasar ilmu gizi. Materi ini akan membahas beberapa pokok bahasan yang berkaitan dengan konsep dasar ilmu gizi antara lain :
  1. Beberapa pengertian/ istilah dalam gizi.
  2. Sejarah perkembangan ilmu gizi.
  3. Ruang lingkup ilmu gizi.
  4. Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan.
  5. Fungsi zat gizi.
Beberapa Pengertian/ Istilah Dalam Gizi
  1. Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.
  2. Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
  3. Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta menghasilkan energi.
  4. Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.
  5. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
  6. Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.
  7. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.
Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yg berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia.
Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.
Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :
  1. Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
  2. Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.
Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.
Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:
  1. Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.
  2. Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
  3. Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
  4. Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
  5. Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).
Ruang Lingkup Ilmu Gizi
Ruang lingkup cukup luas, dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat dan sakit).
Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi molekular dan kedokteran.
Informasi gizi yang diberikan pada masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga.
Perkembangan gizi klinis :
  • Anamnesis dan pengkajian status nutrisi pasien.
  • Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan defisiensi zat besi.
  • Pemeriksaan antropometris dan tindak lanjut terahdap gangguannya.
  • Pemeriksaan radiologi dan tes laboratorium dengan status nutrisi pasien.
  • Suplementasi oral, enteral dan parenteral.
  • Interaksi timbal balik antara nutrien dan obat-obatan.
  • Bahan tambahan makanan (pewarna, penyedap dan sejenis serta bahan-bahan kontaminan).
Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan
Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.
Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.
Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :
  1. Karbohidrat – Glukosa; serat.
  2. Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
  3. Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
  4. Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
  5. Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
  6. Air
Fungsi Zat Gizi
  1. Memberi energi (zat pembakar) – Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
  2. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun) – Protein, mineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan menganti sel yang rusak.
  3. Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Protein, mineral, air dan vitamin. Protein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal sarafdan otot serta banyak proses lain yang terjadi dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ ekskresi dan lain-lain proses tubuh.
Referensi
Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 1982.
Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.

Minggu, 10 Oktober 2010

Instal windows tanpa cd room

0 komentar
Berikut saya coba tulis langkah-langkah install windows pada laptop/pc tanpa harus menggunakan cd rom. Cara pertama bisa dilihat disini.
Install Windows
Cara kedua ini prinsipnya sama dengan cara pertama yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu. Perbedaanya hanya pada pembuatan “disk booting” menggunakan flash disk. Jika pada cara pertama menggunakan aplikasi physdiskwrite dan sebuah image dos, maka cara kedua ini menggunakan aplikasi HPUSB flash. Keunggulan cara kedua ini adalah bahwa flashdisk yang dijadikan “boot disk” tetap akan bisa diisi oleh file lain, misalnya file installer windows. Pada cara pertama yang menggunakan physdiskwrite, flashdisk akan diformat dan seolah menjadi disket 3,5″, dengan kapasitas hanya 1,44MB dan tidak bisa diisi dengan file lain. Tetapi untuk menggunakan cara kedua ini kita harus memiliki ‘DOS system files’ yang akan dituliskan ke dalam flash disk.
So, dengan cara kedua ini kita hanya perlu memformat flashdisk sekali saja. Dan flashdisk tersebut bisa digunakan kembali kapan saja tanpa harus memformat ulang untuk membuat disk booting.
Berikut langkah-langkahnya :


1. Siapkan flashdisk, sebaiknya kapasitas minimal 1GB.
2. Download aplikasi HPUSB flash disini
3. Download DOS system file, saya telah mengupload satu contoh DOS system file, silakan download disini
4. Ekstrak kedua file tersebut ke komputer.
5. Jalankan aplikasi HPUSB flash dengan klik ganda pada file HPUSBFW.EXE
akan tampak tampilan seperti ini :
HP USB Flash Utility
6. Pilih device, pastikan sesuai dengan flash disk yang akan anda format.
7. Cek pada pilihan Create a DOS startup disk, kemudian pada pilihan “using DOS system files located at” klik tombol sebelah kanan (browse) dan arahkan pada direktori hasil ekstrak dari file dos.zip pada langkah ke-3 di atas.
8. Setelah semua benar, kemudian klik Start. Tunggu sampai proses format selesai.
9. Setelah proses format selesai, copy-kan file-file yang ada pada direktori DOS (hasil download) ke flashdisk, kecuali file COMMAND.COM, IO.SYS, dan MSDOS.SYS (sudah tercopy sewaktu proses format).
Langkah pembuatan boot-disk selesai, anda tinggal meng-copy file installer windows ke flash disk tersebut. Caranya copy direktori i386 beserta file dan sub direktori di dalamnya dari CD installer windows ke dalam flash disk (gunakan windows eksplorer). Setelah selesai, anda siap menginstall windows ke PC/Laptop. Caranya mirip dengan tutorial install windows yang pernah saya tulis sebelumnya.
Untuk install pada Asus EEE, langkahnya sebagai berikut :
1. Pasang flash disk booting pada Laptop yang akan diinstal.
2. Saat tampil logo Asus EEE, tekan Esc. Pilih booting dari flashdisk.
3. Setelah masuk ke C prompt ( C: ), hapus semua partisi bawaan linux xandros pada Asus EEE. Caranya dengan ketik perintah
FDSIK.exe.
Setelah semua partisi terhapus, buat satu partisi tunggal, dan set atribut ke Active (perlu restart supaya partisi yang baru bisa dikenali oleh system)
4. Tekan esc untuk keluar dari menu Fdisk. Kemudian format partisi yang tadi kita buat. Caranya ketik perintah
FORMAT D: /s
Tunggu sampai proses format selesai.
5. Copy file himem.sys, config.sys, dan smartdrv.exe ke hardisk. Caranya ketik perintah
copy himem.sys D:
copy config.sys D:
copy smartdrv.exe D:
Jangan lupa selalu tekan enter di akhir setiap perintah tersebut.
5. Dari sini Laptop EEE sudah bisa booting tanpa flashdisk. Restart EEE. Biarkan booting dari Hardisk.
6. Setelah proses boot selesai, anda akan masuk ke C: kembali. Ketikkan perintah
smartdrv
kemudian enter.
7. Pindah ke direktori dimana file installer windows berada. Ketik perintah
D:
kemudian enter.
8. Pada D prompt ( D: ) ketik perintah
cd i386
kemudian enter.
9. Ketik perintah
winnt.exe
kemudian enter.
Anda akan masuk ke menu instalasi windows. Dari sini anda tinggal mengikuti langkah-langkah yang ada pada layar monitor sampai selesai instalasi windows.
Demikian cara kedua install windows tanpa CD Rom. Semoga bermanfaat.
Catatan :
1. Cara ini tidak hanya berlaku untuk laptop Asus EEE saja, tapi juga bisa digunakan pada laptop atau PC lain sepanjang mendukung booting dari Flash disk.
2. Ada kasus dimana FDISK tidak bisa menge-set partisi hardisk menjadi aktif. Hal ini karena FDISK membaca flashdisk sebagai fixed disk 1, sementara hardisk sebagai fixed disk 2. Jika demikian, maka gunakan aplikasi physdiskwrite seperti saya tulis pada cara install pertama. Dengan physdiskwrite, flashdisk akan terbaca sebagai floppy drive A, sedangkan hardisk sebagai fixed disk 1, sehingga bisa di-set ke aktif.
Harap baca juga komentar-komentar di bawah.. siapa tahu anda yang masih kurang jelas dapat menemukan jawabannya disana.

Tutorial Install Windows pada Asus EEE PC / Toshiba

0 komentar
Berikut saya coba bikin tutorial cara install windows xp pada Asus EEE PC.
Keterbatasan EEE PC salah satunya tidak memiliki CD/DVD rom internal. Jadi kalo mau install OS windows
untuk menggantikan OS Linux Xandros bawaannya, kita mesti menggunakan CD/DVD rom exksternal atau
menggunakan USB flashdisk.
Kalau anda punya CD/DVD rom eksternal, tinggal mengikuti langkah-langkah install seperti yang ada pada
buku manual EEE PC.
Untuk anda yang tidak memiliki CD/DVD rom eksternal, bisa menggunakan flashdisk dengan kapasitas
minimal 1GB. Harganya sekarang ini relatif murah, sekitar 50rb-60rb. Selain itu anda perlu sebuah PC
windows untuk membuat “Disket” booting dari flashdisk tadi. Dan tentu sebuah CD installer windows XP.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :


1. Buat “disket” booting.
Download tools untuk membuat boot disk, nama tools-nya physdiskwrite.exe. Silakan download di sini
Kemudian download image file boot disk di sini
Ekstrak kedua file hasil download tersebut pada 1 direktori.
Tancapkan flashdisk ke komputer. Buka Start -> Control Panel -> Administrative Tools -> Computer
Management -> Disk Management.
Lihat pada jendela kanan bawah, flashdisk yang ditancapkan tadi memiliki nomor urut disk berapa. Misal
terbaca Disk 2. Catat atau ingat-ingat nomor tersebut. kemudian tutup jendela computer management dan
administrative tools.
Buka windows eksplorer. Buka direktori tempat menyimpan 2 file hasil ekstraksi download tadi. Drag file
WXPBOOT.IMA dan drop pada file physdiskwrite.exe.
Akan muncul jendela seperti comand prompt. Ketikan nomor disk yang tadi kita buka pada jendela disk
management (tadi dimisalkan 2), dan jangan salah memasukkan angka karena bisa-bisa harddisk anda yang
ter-format. Kemudian tekan enter. Tunggu beberapa detik, proses penulisan disk boot pada flashdisk akan
selesai.
2. Format EEE PC
Setelah flashdisk boot selesai, pasang flashdisk tersebut ke EEE PC. Nyalakan EEE PC, pada saat muncul
logo ASUS EEE PC tekan Esc. Akan muncul pilihan untuk booting dari harddisk atau USB flashdisk. Pilih
booting dari USB flashdisk, kemudian enter. Tunggu sampai anda masuk ke A prompt ( A:\ ).
Ketik fdisk kemudian enter. Muncul jendela untuk management harddisk. Delete semua partisi yang ada
pada harddisk (ada 4 partisi bawaan EEE PC). Kemudian create 1 partisi tunggal pada harddisk. Setelah
selesai, keluar dari fdisk. Pada A prompt, ketik format C: /s kemudian enter. Tunggu sampai proses format
selesai. Kembali ke A prompt, ketikkan fdisk /mbr kemudian enter. Copy file himem.sys, config.sys, dan
smartdrv.exe ke drive C dengan perintah :
copy himem.sys c:\
copy config.sys c:\
copy smartdrv.exe c:\
#catatan : setiap baris perintah di atas diakhiri dengan menekan enter.
Dari sini EEE PC sudah dapat booting tanpa flashdisk. Matikan EEE PC dan copot flashdisk.
3. Membuat installer Windows XP
Format flashdisk tadi menggunakan PC. Copy-kan folder I386 dari CD installer windows xp ke flashdisk.
Proses copy akan memakan waktu beberapa lama. Setelah selesai, anda siap meng-install windows pada
EEE PC.
4. Installing Windows
Pasang flashdisk yang berisi folder I386 tadi ke EEE PC. Nyalakan EEE PC. Tunggu sampai anda masuk
ke C prompt ( C:\ ). Ketik smartdrv.exe kemudian enter. Pindah ke drive dimana flasdisk yang memuat
folder I386 berada. Untuk mengetahui nama drive, ketikkan perintah :
dir D: kemudian enter
kalau terbaca ada folder I386 maka drive-nya adalah D.
Jika tidak ada, ganti D dengan E, sehingga perintahnya sbb :
dir E: kemudian enter
Pastikan terbaca folder I386. Biasanya kalau drive D tidak ada, maka flashdisk terbaca sebagai drive E.
Chage drive ke drive yang memuat folder I386. Caranya pada C prompt ketik D: kemudian enter atau E:
kemudian enter (tergantung lokasi drive yang memuat folder I386).
Kemudian pindah direktori ke I386 dengan perintah cd I386 kemudian enter.
Ketikkan WINNT.EXE kemudian enter. Dari sini ada tinggal mengikuti langkah-langkah install windows
seperti biasa, ikuti perintah yang tampil di layar.
Beberapa catatan untuk install windows di EEE PC :
a. Mengingat kapasitas Harddisk yang terbatas (hanya 2GB atau 4GB), dianjurkan untuk memodifikasi
installer windows agar menjadi lebih kecil ukurannya. Anda bisa menggunakan aplikasi Nlite (
www.nliteos.com ) untuk melakukan modifikasi. Saya coba modifikasi, hasilnya cukup signifikan. File
installer Windows XP SP2 dari semula 580an MB menjadi hanya 200an MB. Bila install ‘normal’ harddisk
yang terpakai oleh windows sekitar 1,3 GB. Menggunakan installer hasil modifikasi, harddisk yang terpakai
oleh windows hanya sekitar 700 MB.
b. Untuk memaksimalkan penggunaan harddisk, ikuti petunjuk yang ada pada buku manual EEE PC.
c. Diperlukan pengetahuan dalam bahasa inggris pada waktu install, sedikit pengetahun perintah DOS, dan
pengalaman dalam install windows.
d. Untuk update driver-driver yang diperlukan, copy driver dari CD support yang disertakan Asus ke dalam
flashdisk. Update driver langsung dari flashdisk tersebut.
e. Jika anda mempunyai pertanyaan dalam install windows ini, silakan tinggalkan comment..
# important note : Use at your own risk! Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang mungkin terjadi dari penggunaan tutorial ini.
Harap baca juga komentar-komentar di bawah.. siapa tahu anda yang masih kurang jelas dapat menemukan jawabannya disana.
 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com